Showing posts with label Agatha Christie. Show all posts
Showing posts with label Agatha Christie. Show all posts

[Review] Tugas-Tugas Hercules - Agatha Christie

No comments :
Title of Book: The Labours of Hercules (Tugas-Tugas Hercules)
Author: Agatha Christie
Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
Publication Year: 2002
Language: Bahasa Indonesia
Translator: Widya Kirana
Format: Paperback
Pages: 446



"Tugas-tugas Hercules" versi modern.
Gagasan itu mengusik keangkuhan Hercule Poirot. Sebelum pensiun dan mengisi waktunya dengan merekayasa sumsum sayuran yang istimewa, dia ingin menyelesaikan dua belas kasus lagi... kasus yang amat terpilih. Masing-masing kasus itu harus merupakan simbol pameran kekuatan otot yang diperagakan pahlawan dalam legenda Yunani Kuno, yaitu Hercules yang perkasa. Tetapi ketika Hercule Poirot yang amat cerdas dan suka kerapian harus menghadapi monster-monster di zaman modern, satu-satunya senjatanya adalah kekuatan otaknya dan kemampuan deduksinya yang luar biasa.


[Review] And Then There Were None - Agatha Christie

No comments :
Title of Book: And Then There Were None (Lalu Semuanya Lenyap)
Author: Agatha Christie
Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
Publication Year: 2008
Language: Bahasa Indonesia
Translator: Mareta
Format: Paperback
Pages: 291



Sepuluh orang diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Walaupun masing-masing menyimpan rahasia, mereka tiba di pulau itu dengan penuh harapan, pada suatu sore musim panas yang indah.
Tetapi tiba-tiba terjadi serentetan kejadian misterius. Pulau itu berubah menjadi pulau maut yang mengerikan. Panik mencekam orang-orang itu ketika mereka meninggal satu demi satu... satu demi satu...


[Review] They Do It with Mirrors - Agatha Christie

No comments :
Title of Book: They Do It with Mirrors (Muslihat dengan cermin)
Author: Agatha Christie
Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
Publication Year: 2011
Language: Bahasa Indonesia
Translator: Julanda Tantani
Format: Paperback
Pages: 286



Untuk memenuhi janji kepada seorang teman sekolah lama, Miss Marple bersedia tinggal di rumah di daerah pedesaan---bersama dua ratus remaja yang mengalami gangguan jiwa dan tujuh ahli waris harta seorang nyonya tua. Salah seorang dari mereka pembunuh, yang mempunyai keahlian untuk berada di dua tempat sekaligus.


[Review] The Adventure of the Christmas Pudding - Agatha Christie

No comments :
Title of Book: The Adventure of the Christmas Pudding (Skandal Perjamuan Natal)
Author: Agatha Christie
Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
Publication Year: 2007
Language: Bahasa Indonesia
Translator: Suwarni A.S.
Format: Paperback
Pages: 352



Jangan makan puding itu.
Puding Natal khusus itu terhidang dengan segala kemegahannya di piring hidangan dari perak. Pudding itu berbentuk bola kaki yang besar. Setangkai daun holly tertancap di atasnya, seperti bendera kemenangan, dan nyala api biru dan merah cemerlang semarak di sekelilingnya. Terdengar pekik sorak kagum dari semua yang hadir.
Hercule Poirot memandang kue di piringnya dengan ekspresi agak aneh. 
Itu karena dia telah menemukan secarik surat pendek di tempat tidurnya, yang berbunyi:
JANGAN MAKAN SEDIKIT PUN PUDING PLUM YANG DIHIDANGKAN.
DARI SESEORANG YANG BERNIAT BAIK TERHADAP ANDA


[Review] Pembunuhan di Teluk Pixy - Agatha Christie

No comments :
Title: Evil Under the Sun/ Pembunuhan di Teluk Pixy
Author: Agatha Christie
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Publication Year: 2007
Language: Bahasa Indonesia
Translator: Joyce K. Isa
Format: Paperback
Pages: 288



Arlena Marshall yang bertubuh menggiurkan, berwajah cantik, dan berambut tebal merah menyala tampak sangat mencolok di antara para penghuni Hotel Jolly Roger di Pulau Penyelundup… Beberapa hari kemudian ia ditemukan tewas tercekik di salah satu pantai pulau itu. Siapakah yang telah membunuh Arlena si perayu? Apakah suaminya yang angkuh dan pendiam, yang mengetahui bahwa istrinya telah berzinah? Ataukah anak tirinya yang aneh, yang membuat boneka lilin berwajah Arlena dan menancapinya dengan peniti? Ataukah si orang yang fanatik dengan agamanya, yang merasa batinnya tersiksa karena kecantikan Arlena? Atau si pemuda tampan, yang mencintainya dengan begitu terang-terangan? Atau, barangkali, salah satu wanita yang mempunyai - atau mengira mempunyai - alasan untuk menghendaki kematian Arlena? Hercule Poirot, yang sedang berlibur di tempat tragedi ini terjadi, bersedia mengorbankan liburnya untuk mencoba mengungkap kasus yang membingungkan ini.